Let's (re)Start 2017


Tidak terasa sudah 11 hari terlewati di tahun 2017. Awalnya saya tidak berniat membuat resolusi, tidak ada passion ataupun target, entah mengapa di awal tahun ini saya berubah menjadi penganut "ikut kemana air mengalir". Namun suatu hari ketika paksu mendengar jawaban disaat beliau menanyakan apa keinginan saya di tahun 2017, beliau langsung memberikan semangat. Hayooo tentukan target mu anak muda. Yah.. Paksu tahu bahwa saya bukan tipikal "let it flow" 😀

Dan hari ini, setelah berdiam diri seharian di kostan (karena sakit perut, meriang dan sekarang keringat dingin😅) merenungi, dan merefleksi hal-hal yang telah terjadi sepanjang tahun 2016, saya akhirnya bersemangat kembali membuat beberapa harapan, impian-impian dan target yang semoga bisa terealisasi di tahun 2017 dan dikabulkan olehNya. Anggap saja seperti doa, ketika ada yang membaca, bertambahlah orang yang mendoakan dan mengaminkan  resolusi ini. Aamiinn

Keajaiban Surah Yassin - Bligo kembali ditemukan

 "Nak.. bacaki surah yassin 3 kali setiap hari dan niat kan supaya Bligo dikembalikan dan pencurinya ditemukan. InsyaAllah hajat ta akan dikabulkan Allah" kata Mama waktu Bligo hilang setahun lalu.

 ***

23 Nov 2015. Kucing kesayangan kami - Bligo - lagi-lagi menjadi incaran para pencuri.  Bligo yang biasanya tiap pagi akan berada di atas mobil Bapak tidak menampakkan diri. Beberapa kali pun dipanggil dia tetap jua tidak muncul. Di hari itu, ditemukan sebuah sendal asing di halaman samping rumah yang entah siapa pemiliknya. Yah.. sepertinya Bligo dicuri.

Saya yang dikala itu masih berdomisili di Konawe, merasakan kesedihan ketika mendapati kabar dari mama. Kami sekeluarga sedih dan tidak rela. Bagaimana tidak, Bligo yang bersaudara 5 ekor kini hanya tersisa 2, Bligo dan Nyoman. Kedua saudara lainnya hilang dicuri dan seekor lagi mati ditabrak mobil.


Kak Dila, Mama & Bapak masih tidak rela. Mama tiap hari  selalu mengingatkan saya  untuk membaca surah Yassin 3x sehari dan meniatkan agar Bligo kembali dan si pencuri ditemukan.

25. Nov 2015.  Hari ini mama dan kak Dila iseng jalan-jalan ke Pasar Hobby di Jln. Toddopuli. Menelusuri satu per satu toko yang menjual kucing sambil memanggil-manggil Bligo. Ada sebuah toko yang meletakkan kandang kucing agak tersembunyi. Kak Dila melihat seekor kucing himalayan yang mirip dengannya. Posisi kucing tsb menghadap ke dinding. Ketika kak Dila menyebut "Bligo", kucing tsb langsung berbalik. Tidak disangka, dia Bligo lalu bermain-main dan maju seperti meminta agar kepalanya  kami usap-usap.
 

Lelaki Penyayang Kucing

Hari ini seperti biasa, setelah melewati perjalanan darat kurang lebih 4 jam lamanya, di perbatasan  kota, Gowa-Makassar, mata saya tertuju pada sesosok lelaki. Posturnya seperti lelaki pada umumnya, dia tidak berkumis, namun memiliki cambang tipis. Di tangan kanannya terdapat sebatang rokok yang sesekali dia isap. Namun bukan hal itu yang membuat saya tertarik. Mata Saya tertuju pada apa yang berada pada tangan kirinya. Yah.. Seekor kucing. Berwarna putih orange. Kucing lokal yang kelihatannya masih belia tampak nyaman digendong olehnya. Lelaki itu berdiri disamping mobil sambil sesekali menengok ke arah kucing. Terlihat senyum tipis dari wajahnya setiap melihat kucing tersebut.

Entah mengapa, saya akan selalu tersenyum setiap melihat pemandangan seperti itu. Sosok laki-laki yang suka kucing, terlihat begitu hangat dan menarik. Kucing saja dia sayangi apalagi kamu. #ehh

***
With Roly

Saya ingin kesana


Lagi-lagi perasaan ini muncul kembali. Perasaan yang tak bisa ku diskripsikan dengan kata-kata. Perasaan ini akan muncul tiba-tiba, ketika melihat teman teman yang kukenal, teman yang begitu dekat diberikan rejeki mengunjungi negara-negara yang sangat ingin kudatangi. Dan hal ini akan selalu menjadikan motivasi bagi saya.

Saya ingin kesana, Ya Allah bawa saya kesana.

***

Kendari, 3 Maret 2015
Ternyata sudah sebulan saya disini.

Jatuh & Minyak Tawon di TMII

"Sari, klo turun dari Bus kaki kiri kamu yang turun duluan yah. Klo kaki kanan, nanti kamu jatuh" wejangan Ephy...

Dan hari ini saya mengalaminya. Bus tidak beneran berhenti, dan si kernetnya menyarankan untuk segera turun, otak saya langsung mengingat pesan yang diberikan Ephy, "kaki kiri yang duluan turun", namun dilain pihak saya mengingat kalau beberapa minggu yang lalu kaki kiri saya ini baru sembuh dari keseleo. Alhasil, saya mengambil keputusan untuk menurunkan kaki kanan terlebih dahulu.

Dan tadaaaaaaa,, Jatuh lah saya.

Karena Sikap Kita Tidak Bisa Berbohong

Beberapa hari yang lalu, disebuah cafe, Saya dan Kawan sedang berbincang-bincang. Hari itu saya sedang ada masalah. Dia adalah tempat saya menceritakan segala hal tentang apa yang saya alami. Dengan gaya khasnya, dia selalu menghibur saya, selalu sabar menghadapi saya, dia adalah teman baku gea saya yang bijak dan baik hati dan akan selalu kusayangi (ceilehhh.. syahduna deh #blush). Ketika saya mengatakan "Baikan ma", dia tidak mempercayai perkataan saya karena dia tahu saya sedang berbohong. Namun tidak dengan tingkah laku, senyum, tawa, serta saya kembali menjahilinya adalah bukti bahwa saya benar-benar sudah baikan. hihihi...

Yap.. Perilaku, sikap, tingkah laku, perbuatan yang menunjukkan diri kita apakah kita sedang sedih atau senang ini tidak akan bisa berbohong. Beda halnya dengan mulut yang gampang bersilat lidah.

Kembali teringat quote tentang Ikhlas







So guys, jika kalian benar-benar ikhlas, ayo tunjukkan dengan perbuatan kalian. 
Percuma deh berkoar-koar saya ikhlas, saya baik-baik saja, saya senang kok, saya bahagia, move on ma (upss... :p), namun perbuatan yang kita tunjukkan itu berbeda dengan apa yang kita katakan di atas.

Ingat lah Talk Less Do More !!!

Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan dompet/uang dijalanan???

Pagi ini, ketika pulang dari membeli bohlam di toko elektronik depan kompleks, saya menemukan selembar uang 5.000 terlipat-lipat di jalanan. Spontan saja saya lalu memungut uang tersebut. Apa yang akan saya lakukan selanjutnya dengan uang tersebut? Apakah saya akan membelanjakannya atau memasukkannya ke kotak amal mesjid? :D

Teringat kejadian yang pernah saya alami. Bahwa hukum karma itu ada.. Apa yang kau perbuat akan mendapatkan balasannya. Dan apalagi  Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Zaljalah : 7-8  “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“.

***

Tahun 2009

Hari itu saya dengan kakak saya; Dyla baru saja pulang dari rumah nenek. Seperti biasa untuk mencapai rumah kami harus melewati pasar Antang. Saya yang mengemudikan motor melihat sebuah dompet tergeletak di tengah jalan depan pasar Antang. Entahlah, naluri saya menyuruh saya untuk menepi dan mengambil dompet itu. Niat nya apa? cuma pengen tahu, kali aja masih ada yang bisa saya bantu selamatkan. xixixi... :devil:

Komunikasi

Pagi ini saat sedang menyapu, saya melihat semut semut merah di lantai. awalnya ingin langsung menyapunya, namun ku perhatikan dengan seksama. Semut itu sedang mengangkut remahan kue bolu gulung di lantai.
Ku ikuti alur perjalanan semut untuk melihat dimana sarang mereka.
Ku amati kembali,,
Beberapa ekor semut sedang bekerja, bergotong royong, bekerja sama mengangkut remahan kue tersebut. Tapi hey lihat, meski sedang memikul potongan kue yang ukuran dan bobotnya lebih berat dari tubuhnya, mereka masih bisa saling bertegur sapa jika bertemu dengan semut lainnya.
Dari penglihatan ku mereka seperti sedang berciuman *upss ehhh bukan,, mereka sedang berbisik, dan kira-kira apa percakapan mereka yah? Mungkin si semut memberitahu bahwa masih banyak remahan kue bolu yang perlu di angkut atau mungkin mereka saling menyemangati.. "SEMANGAT ki angkut kue, Saudara ^.^P"
Salah satu sikap yang patut dicontoh, bukan?
"SESIBUK" apapun mereka bekerja selalu menyempatkan untuk menyapa semut lainnya....
Diberdayakan oleh Blogger.