Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

Jatuh & Minyak Tawon di TMII

"Sari, klo turun dari Bus kaki kiri kamu yang turun duluan yah. Klo kaki kanan, nanti kamu jatuh" wejangan Ephy...

Dan hari ini saya mengalaminya. Bus tidak beneran berhenti, dan si kernetnya menyarankan untuk segera turun, otak saya langsung mengingat pesan yang diberikan Ephy, "kaki kiri yang duluan turun", namun dilain pihak saya mengingat kalau beberapa minggu yang lalu kaki kiri saya ini baru sembuh dari keseleo. Alhasil, saya mengambil keputusan untuk menurunkan kaki kanan terlebih dahulu.

Dan tadaaaaaaa,, Jatuh lah saya.

Rekind Goes to Bulusaraung

Sejak pertama diterima bekerja di Rekind project PLTU Tonasa, saya telah niatkan untuk bisa mengunjungi bulusaraung dan alhamdulillah terkabulkan.


25 Okt 2013, pak Febrian tiba-tiba memanggil dan bertanya, "Sari, mau ikut ke Bulusaraung gak? Besok pagi, tapi cuma PP?". Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan. Dan sore harinya setelah pulang kerja, saya langsung ke Mks mengambil perlengkapan pribadi saya seperti pakaian, tas, & sendal gunung. Maklum di kostan hanya ada baju kerja dan beberapa potong baju kaos.

Hari Ke 26 : Sweet Escape to Lanjukang/Layukang Island

Seperti judul di atas,, Alasan saya mengikuti trip yang di adakan komunitas CS ini awalnya adalah untuk melarikan diri dari penat hati yang berkecamuk *ini ngomong apa? hahaha*. Padahal bulan ini niatnya mau saving untuk trip ke Bali, namun ke-galau-an yang menumpuk di jidat *baca lagi banyak pikiran hati* akhirnya memaksa agar saya cepat cepat bisa refreshing...

Tanpa pikir panjang, saya akhirnya menelpon Kak Cakra untuk menaruh nama saya di list peserta trip. Padahal saya belum meminta izin orang tua & big boss di kantor.. Namun karena kemauan dan keyakinan yang tinggi dan tak lupa restu YMK, akhirnya saya berangkat juga. Hahahayyy...

11 Mei 2013

Meeting point di Paotere Harbour jam 8 teng. Saya dengan menumpangi Silvie nya kak Ikram bersama Nurul, kak Menk dan juga Empunya tiba tepat pukul 8 lewat lewat di Paotere. Sekitar pukul 10.30 akhirnya perahu motor yang kami tumpangi mulai meniggalkan pelabuhan dengan peserta trip 20 orang. Jarak tempuh pulau ini dari Kota Makassar kurang lebih 42 Km dengan waktu tempuh sekitar 2.5 jam.

Hari Ke-24 : Nge-Pulau Bareng Plurker Makassar



Suatu kebetulan waktu itu, Sabtu 23 Maret 2013 di jam sibuk-sibuk aktifitas, saya membaca whatsap group "Hanya Nyemplung" dan menemukan perbincangan ngetrip ke Pulau by Kak Amad yang mencari tambahan peserta trip yang kekurangan 3 orang. Dan ketika saya mendaftar saya masuk list ke 11 yang artinya menjadi daftar tunggu. Huhuhu.... Sambil mengeluarkan jurus memasang emo (cry) disetiap dan berharap peminat ngepulau bertambah hingga dapat dijadikan 2 kapal (1 kapal muat 10 orang), akhirnya malam harinya fix lah 19 orang peserta (5 diantaranya bukan Plurker) akan berangkat ke Pulau Kodingareng Keke esok hari.

Perjanjian awal, meeting point di Dermaga Kayu Bangkoa, sebelum jam 8 wita semua peserta harus berada disana. Namun apalah dikata, beberapa peserta yang di angkut Silvie datangnya ngaret. hahaha... Mungkin sekitar jam 10an lewat  perahu pertama yang 75% ditumpangi peserta cewek mendarat duluan di Kodingareng dan disusul perahu kedua yang 100% ditumpangi oleh cowok. 

Setelah cop cop tempat, pasang tenda,  siapkan alat snorkling, dan ngemil ngemil dikit, 16 peserta hari itu langsung menuju ke laut. Hanya kak Akho, Mhimie dan kak Dila bukan plurker yang tak nyemplung hari itu. Dan tedeeeenggggg..... inilah hasil jepret-jepret Plurker Makassar yang nyemplung hari itu..

Samuri

My first Host from Netherlands part-1

Bismillahirrahmanirrahim

Entah kenapa, tuk update blog dengan tema jalan-jalan itu rasanya sulit sekali. Seems like a big homework for me. (Hihihi…)

Okey,, Now I wanna tell about my experience hosting a couple from Laren, Noord-Holland, Netherland.  (Sudah basi’ sih, but I have to write it :p) Yup… ini kali pertama saya menerima hostingan backpacker untuk nginap dan tinggal di rumah saya selama mereka berada di Makassar. Walau sebenarnya sy sudah sering menemani backpacker asing keliling Makassar, rasanya kali ini begitu deg-degan. Kenapa?? Karena sy akan menjadi tour guide dan bertanggung jawab membantu mereka mencari informasi tentang rute-rute yang akan mereka datangi. Padahal sy sendiri masih terbatas info tentang tiap daerah di Makassar. (Wkwkwk….) Selain itu, sikap saya dan keluarga saya ke mereka bisa berdampak besar buat Negara Republik Indonesia, (Lebay..hahaha)

Tepatnya 5 Oktober 2011 lalu jam 11 malam. Setelah selesai membersihkan rumah, sy masih menyempatkan diri untuk online. Maklum seharian tidak menyentuh internet rasanya gimanaaaa gitu, seperti ada yang kurang. (hihihi…). Seperti sudah rutinitas sehari-hari, ngecek email dulu, trus Ngecek sosmed satu persatu, dari Facebook, Twitter dan akhirnya iseng-iseng buka CS. Dan Tadaaaaa,,, ada notification Request host dari Cyril Maissan dan Laura Hijzelendoorn. Dalam hati saya membatin,, hmm.. ini kesempatan langka, Jarang-jarang ada yang mau ngehost nginap di rumah saya, maklum Coucsurfer di Makassar itu bisa terbilang banyak dan berpengalaman mengurus turis-turis luar. Nah,, that’s why, keesokan harinya saya memberanikan diri untuk meminta izin ortu, dan diluar dugaan mereka mengizinkan.. Senang sekali rasanya, akhirnya bisa memiliki teman dari Belanda. Hohoho... \(^o^)/ (walau sebenarnya sy blum tahu mereka orangnya kayak gimana, but overall I believe they are nice person). Dan sy akhirnya membalas message mereka dan akan menjemput mereka di Bandara.

Hari berganti hari dan tibalah hari yang ditunggu-tunggu, 7 Oktober 2011. Sesuai perjanjian, saya menjemput mereka dari Bandara Hasanuddin. Saya mengendarai motor beatku dan mereka akan bersepeda dari bandara ke rumah dengan jarak tempuh 20 Km.  Gak usah dibayangin deh, gmana pelannya kecepatan motorku waktu itu. (bahkan waktu itu sempat lupa kalo mereka tuh mengikutiku,, dan sy mempercepat laju motorku,, hahaha)
Hasanuddin Airport, ngecek rantai sepeda dulu


8 Okt 2011

It’s time to explore Makassar. Untung saja ada Anthy yang juga anak gowes gowes mau menemani mereka bersepeda. Maklum sy blum terbiasa mengelilingi Makassar dengan sepeda,  jadinya saya tetap setia berkendara motor. Apalagi rutenye itu loh, Antang – Boulevard (perbaiki sepedanya Cyril dan laura) – Paotere Harbour – Benteng Rotterdam – Makan Pisang epe’ di Pantai Losari – dan kembali ke rumah saya di Antang. Dan kata Cyril, untuk pertama kalinya mereka mengelilingi kota 40 km. Kota Makassar termasuk besar untuk dikelilingi. 
 Bicyle Shop
Terong Traditional Market
Pa'otere Harbour

9 Okt 2011

Rencana trip kali ini adalah bermain air di waterfall Parangloe dan menghadiri wedding reception di Gedung Juang 45 dengan rute; Antang – Parangloe – Dg.Tata – Sultan Alauddin – Antang.  Personilnya pun bertambah, Kak Dila, Anthy, Cyril, Laura, kak Irene, teman kak irene dan satu backpacker asal Jepang (lupa namanya siapa ^^v). Rencanaya sy hanya menunggu mereka puas bermain air krn tempat ganti baju dsini tidak tersedia, namun karena hujan dan badan sudah setengah basah, akhirnya saya ikut terjun dan menikmati pijatan air terjun itu. Setelah menunggu hujan reda, kami pun meninggalkan Waterfall Parangloe dengan keadaan basah-basah menuju rumah tante saya untuk ganti baju. ASli,, dinginnya menusuk, terlebih lagi saya yang mengendarai motor. Terpaan angin itu membuat saya menggigil dan gemetaran. Setelah ganti baju, Saya, Anthy, Cyril dan Laura menuju ke Gedung 45. And for the first time, sy dating ke pesta pernikahan dengan hanya memakai jeans, sandal jepit dan kemeja. (sok-sok bule gitu,, wkwkwk)
Parangloe Waterfall
Wedding Reception
10 Okt 2011

Rencana awalnya sih Laura dan Cyril akan memulai petualangan sebenarnya mengelilingi Sulawesi dengan bersepeda hari ini. Namun karena mereka bangunnya kesiangan, alhasil perjalanan mereka undur keesokan harinya. So, hari ini hanya menemani mereka mempersiapkan segala kebutuhan selama perjalanan mereka. Termasuk menghubungi beberapa kerabat di daerah untuk mereka singgahi. Selain itu, karena keterbatasan mereka berbahasa Indonesia dan rata-rata penduduk di daerah juga hanya beberapa yang bisa berbahasa Inggris, jadilah saya membuat sebuah catatan kecil pada sebuah buku untuk mereka bawa dan diperlihatkan kepada siapa saja orang yang mereka temui jika mereka kehilangan arah. (Hihih...) 
poto sambil nge-Lunch
11 Okt 2011

Taddaaaaa,, tibalah waktunya mereka memulai perjalanan menuju Toraja. Rute mereka dimulai dari rumah saya, Antang – Takalar – Je’neponto – Bantaeng – Bulukumba City – Bira – Bulukumba City *again* - Sinjai – Bone – Sengkang – Palopo dan berakhir di Toraja. Untuk perjalanan Makassar sampai ke Takalar mereka masih aman, karena Anthy mau menemani mereka sampai tiba di rumah keluarga saya di Takalar. Selanjutnya mereka akan berpetualang sendiri hingga akhirnya sampai di Toraja. (Hohoho…)
Start the long journey
Sebelum ke Makassar, Cyril dan Laura telah mengelilingi New Zealand, Aussie, Malaysia dan Bali dengan sepedanya. Mereka resign dari kerjaan mereka, dan memutuskan untuk travelling selama setahun. Kalau mau lihat perjalanan mereka, langsung saja buka blognya mereka disini.

Parangloe waterfall climbing *France edition*

Honestly, entah sudah beberapa kali sy gagal membuat suatu postingan perjalanan sy yang berkesan. I dunno, seems like so difficult to make a story about my travelling. huhuhu...

But now, let's try it. Bismillah ^___^ *jadi bingung untuk memulai dari mana* (-"-)

***
Kali ini sy akan menceritakan tentang perjalanan  sy berkeliling kota Makassar menemani Couch teman saya kak Irene yang berasal dari Perancis. Sebenarnya ini bukan kali pertama sy berkeliling menemani bule-bule itu yang membuat sy rela untuk naik pete-pete hanya karena mereka. haha..

Irina dan Quentine, backpacker asal Perancis ini berencana akan mengelilingi kepulauan Sulawesi dalam jangka waktu sebulan dan kak Irene akhirnya mau menjadi host mereka selama berada di Makassar. Mereka mendarat di Hasanuddin airport hari rabu silam (070911). 
Karena visi dan misi sy dan kak Irene sama yaitu Mari mencari suami Bule, wkwkwk,, akhirnya kak Irene menghubungi sy untuk menemaninya menjemput si Irina & Quentine dan mengantar mereka ke tempat peristirahatan terakhir, eh maksudnya ke rumah Om dodo tempat mereka menginap selama berada di Makassar. Setelah mereka selesai bersih bersih, kami lalu mengajaknya Dinner dengan menu Coto di Coto Paraikatte Perintis dan dilanjutkan dessert Pisang Epe' di Pantai Losari.

***
Hari kedua (080911)
Berhubung sy nginapnya mendadak di rumah Om Dodo dan tdk membawa pakaian ganti, akhirnya sy izin tidak ikut menemami beberapa rute mereka ke Fort Rotterdam, Paotere' dan Pasar Sentral, namun sebagai gantinya sy akan menemani mereka ke Air Terjun Parangloe yang sedari dulu sy ingin sekali melihatnya. hahaha,,,
Untuk lebih jelasnya silahkan baca ini
Tepatnya jam 2 siang, akhirnya kami berlima, Kak Irene, Azlam, Rio, Irina, Quentine memulai perjalanan di terik panas mentari yang menyengat.  Setibanya disana sangat disayangkan, air terjunnya sangat sedikit, cuman pemandangan batu-batunya yang keren yang ternyata bisa dipanjati layaknya wall climbin, mungkin karena pengaruh musim kemarau kali ini.

tracking ke air terjun
Parangloe waterfall  3 tingkat pada saat musim kemarau
 akhirnya nyampe ke tingkat dua
singgah berendam dulu ditingkat kedua 

manjat lagi menuju puncak waterfall
spot tersulit waterfall climbing kali ini, 
klo tdk sanggup seperti cicak, ya minta pertolongan ditarek, haha...
 
akhirnya sampe di tingkat akhir

nice view dari tingkat 3 pada saat kemarau


Setelah puas menikmati pemandangan disekitar, akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan menuju Halal Bi Halal Makassar Backpacker my new family and my inspiration. Love all of them ♥
Big Trip On Small Budget
Perjalanan tidak berakhir sampai disitu, setelah nyetor muka di Mabes, sy dan kak Irene melanjutkan perjalanan mengantar Irina dan Quentine untuk membeli tiket bus ke Toraja. And then, for the first time sy membonceng seorang lelaki yang tingginya hampir mencapai 2 meter  dengan motor matic Beat ku *Bule lagi, haha*. Sempat kaget ternyata nih bule serius mau saja digonceng sama gadis kecil, imut nan lucu ini.. wkwkwk...  Setelah tiket bus sudah berada ditangan mereka merequest dinner kali ini dengan sesuatu makanan yang dimakan dengan memakai tangan mereka. Akhirnya Sari Laut pun menjadi pilihan kami. Oia, mereka sangat suka dengan minuman teh berbagai branded di Indonesia. Dan si Irina ternyata sangat menyukai rokok buatan Indonesia yang memiliki filter dan terasa manis., ckckck,,,

***
Sep, 10 2011 02.06 a.m
lagi² gak nyadar klo dah jam 2 lewat >.<"


Hanyut

Aku keras kepala, memang benar,, dan aku tak pernah kapok ataupun takut untuk melakukan hal yang kusuka.

***
Perjalanan snorkling kali ini betul-betul meninggalkan kesan yang mendalam bagiku. Gimana tidak??? karena keasyikan snorkling melihat ikan-ikan dan terumbu karang di dasar laut, aku tak sadar kalau ternyata aku sudah terbawa arus ombak.. Kapal yang aku tumpangi sudah jauh tak terlihat, hanya teriakan teman² memanggil dan menyuruhku untuk berenang kembali ke perahu yang terdengar samar-samar dari kejauhan. Namun karena arus ombak yang begitu kuat, aku memilih untuk stay cool dan mengapung saja menatap langit.. namun untungnya bukan cuman aku yang terbawa arus, dua temanku bernasib sama denganku. Si Suba yang awalnya ingin menolong Bayu yang tak tahu berenang, akhirnya ikut terbawa arus dengannya. Terdengar teriakan mereka yang terus memanggil namaku agar bergabung dengan mereka. hahaha.... AKu tetap cuek saja memandang langit, mengapung dan berdoa. *lumayan takut juga sih* apalagi setelah menengok beberapa kali ke belakang sepertinya ombak telah membawaku paling jauh. Karena aku tahu walau aku berenang sekuat tenaga, aku yakin tak dapat melawan arus ombak yang begitu kuat.

Yang ada dalam pikiranku hanyalah, Aku yakin teman-temanku yang berada di dalam perahu bersama bapak itu bakal datang menyelamatkanku sebelum aku akhirnya terbawa arus ke tengah lautan yang dalam. Walau kadang aku berharap, semoga ombak mendamparkanku ke tepian karang itu,, namun itu hal yang sangat mustahil. Satu-satunya yang bisa menyelamatkanku dengan kedua temanku adalah perahu yang membawa kami snorkling ke tempat ini..

Beberapa lama kemudian, akhirnya aku dan kedua temanku dipertemukan. entah aku yang berhasil berenang mengapung ke tempat mereka atau aku berhasil diam di tempat dan mereka yang terbawa arus ke tempatku. Bersyukur karena akhirnya aku tak sendiri lagi menatap langit. sesekali aku mengejek Bayu, dan bayu hanya bisa menjawab, "aku tak tahu berenang sari dan pelampungku sudah hampir terlepas" hahaha... Untungnya aku berhasil membujuknya untuk mengapung dan menatap langit, karena kasihan si Suba' yang terus di peluk erat sama Bayu. setelah Bayu berani mengapung dan melepaskan pelukannya dari SUba, Kami akhirnya berpegangan tangan, meilhat langit, dan saling mengejek untuk menutupi ketakutan masing-masing. hahaha...


Entah berapa lama kami mengapung dan menikmati teriknya matahari yang menyilaukan mata, akhirnya merekapun datang menyelamatkan kami. beberapa temanku yang berada dalam perahu hanya tertawa melihat kami bertiga. Namun kejadian hanyutnya kami bertiga tidak menghalangi rencana kami awalnya, kami tetap melanjutkan perjalanan snorkling ke tempat yang arus dan ombaknya tak terlalu besar. dan aku tak kapok untuk bersnorkling lagi, kecuali si Bayu.. lebih memilih melihat kami dari perahu dan mendokumentasikan perjalanan kami.. ^_^

kapal snorkling kami  
lokasi hanyutnya kami bertiga
pindah lokasi :D
 
dibawah tebing, berteduh dulu dari terik matahari \\^^//
ditangga pulang

oia, ada satu kejadian yang lucu.. sebelum kami bersnorkling, kami lagi hunting lokasi untuk bergifo ria dan tibalah mata para lelaki itu jelalatan. ckckck... ada seorang cewek *entah model atau apa* berpose  di tengah² pasir putih dengan mengenakan pakaian yang supeeerrrrrrr minim dan 3 kameramen memotret dirinya. Sontak mereka berhenti, melototi, dan  menggosipkan cewek tersebut tanpa menghiraukan diriku . ckckck... dasar lelaki >.< walau sebenarnya yang salah bukan mereka sih, tapi mereka malah duduk manis dan berpura² lagi berpose juga sambil melihat si cewek. ughhhh...

 ini dia pose mereka. ckckck...
menjadi orang yang paling cantik, hahaha

*Sebenarnya hasil kesepakatan kami ber-15, kejadian ini tak boleh dicerita ke siapapun, wkwkwk,, sorry prenk,aku langgar dulu yah* ^^v


Bira, 19-20 Maret 2011.
Perjalanan nekat bersama mereka Therry, Bayu, Sentot, Anca, Suba', Ary, Kail, Willy, Syahrul, Indra, Adit, Aan, Arief dan Ika.
Cerita ini sedikit lebay *mungkin* ^^v tapi itulah yang kurasakan saat itu

Desa Lakkang part II

Seperti yang telah ku ceritakan pada tulisan sebelumnya “Jogging di Bunker Jepang". Suasana sejuk, rindang, nyaman, bebas polusi asap kendaraan dan berbagai pemandangan indah yang ternyata mudah dijangkau di tengah kota Makassar yang padat dan sering macet ini membuatku tidak pernah bosan untuk mengunjunginya. Setelah aplotan foto di kampung sebelah dan updetan blog ku sebelunya, banyak requestan teman yang ingin ditemani untuk berjalan jalan dan poto session disana, beberapa di antaranya yaitu Mirna dan kak Atho yang akhirnya kutemani untuk jalan-jalan tak jelas lagi. Hihihi….

Setelah menghubungi 3 orang terpenting kali ini *Mirna, Cha dan kak Atho* Akhirnya, penjelajahan dan foto session di desa lakkang jatuh pada hari kamis 24 februari 2011, yang di ikuti oleh enam orang peserta yaitu Mirna dan Kak Atho bintang utama kali ini yang ingin sekali kesana, Cha’ si photographer, serta 2 orang junior zamzam dan uthy yang berhasil termakan hasutanku untuk ikut berjalan bersama kami.

Kalau sampai di desa ini, ada beberapa view yang aku suka datangi dan menurutku wajib aku lewati.
1. Bunker Jepang

Sebenarnya bukan bunkernya yang ingin ku lihat. Tapi, di daerah bunker jepang itulah banyak terdapat pohon bambu. Aku suka menatap deretan pohon bamboo, mebuat pikiranku tenang. Tapi kadang yang terbayang dalam pikiranku ada sosok manusia berbaju putih yang munculdi sela sela pohon bambu… hahaha….

Uthy, cewek manis berbaju putih ^^v


2. Rumah seng

Tiap kali aku melewatinya, aku akan berhenti dan memandanginya lama. Rasanya ingin sekali aku memasuki rumah itu dan berkenalan dengan para penghuninya. Hmm.. Rumah ini selalu mengingatkanku pada potongan-potongan kenangan masa kecilku dulu.


3. Hamparan Sawah

Sebenarnya di samping rumahku juga ada sawah. Tetapi aku tetap tidak bosan melihat hamparan sawah dan bergila foto disana.


4. Perahu nelayan

Kalau ini sebenarnya disepanjang perjalanan ke desa lakkang, kita bisa melihat nelayan dan perahunya.. Namun terkhusus di desa lakkang ada satu tempat dimana banyak perahu nelayan yang diparkir dan kita bisa menaikinya. Biasalah, para model mencari instrument yang bisa dijadikan objek foto. ^^v


Oia, ada satu hal yang paling menarik jika kamu mendatangi desa ini. Anak-anak kecil penduduk desa Lakkang ini akan bermunculan satu demi satu dan mengikutimu kemana saja. Bahkan mereka rela dijadikan objek foto dan mengantar kami pulang kembali ke dermaga.



Berikut hasil jepretan tanganku dengan beberapa model yang beruntung. :p
  • Mirna Andriani, EagleQueen, AineBlume, Emongila, a.k.a Sisi yang selalu mengajarkanku menuangkan perasaan dalam sebuah karya tulis *baca : lebay* ^^v




  • Yang tertangkap, my favorite view selama perjalanan.




  • Sepatuku cu’mallak. My favorite shoes hanya seharga 30.000. Kelebihan, bersahabat dengan cuaca. Kekurangan, sering membuatku terpeleset dan jatuh di muka umum. But I love it…

Last but not least, ada pesan seorang ibu penduduk desa Lakkang ini. Katanya, hari Jumat 25 Februari 2011 akan diadakan rapat mengenai para turis yang akan berkunjung ketempat itu dikenakan wajib lapor. Dari hasil analisa Samuri Chan, Mungkin ini dikarenakan para anak penduduk yang mengikuti para turis berjalan mengelilingi desa dan ibunya yang khawatir dengan anaknya yang tak kunjung pulang bermain selama lebih dari 2 jam. Dan ternyata, agenda rapat itu diadakan setelah kedatangan anak WS yang datang hari Ahad lalu. Padahal kami tidak mengganggu hanya sempat bertanya-tanya sedikit dan berkeliling foto. Hihihihi.. Entah bagaimana hasil rapat dengan para penduduk desa tersebut, yang penting saya udah mengunjunginya. :p
Diberdayakan oleh Blogger.